EVALUASI PROSES dan HASIL BELAJAR MATEMATIKA
EVALUASI PROSES dan HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Haiii sobat...
Dalam blog kali ini penulis akan membahas tentang masalah yang timbul dalam proses belajar, serta cara mengatasi masalah tersebut. Masalah ini diambil dari hasil observasi disalah satu Sekolah Dasar Kota Jambi.
Dalam observasi tersebut, penulis menemukan berbagai masalah yang timbul, baik dari guru maupun muridnya, serta penulis memberikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut, diantaranya:
MASALAH
|
SOLUSI
|
TINDAKAN
PENCEGAHAN
|
Dari
segi Guru:
|
||
·
Apersepsi
kurang
|
Sebelum
masuk ke materi selanjutanya, sebaiknya Guru me-review pelajaran sebelumnya yang telah dipelajari.
|
Menyiapkan
RPP
|
· Metode
yang digunakan hanya metode ceramah.
|
Seharusnya
bisa menggunakan media atau alat praga.
|
Meyiapkan
RPP
|
· Guru
tidak menguasai materi.
|
Guru
harus lebih tegas dan menumbuhkan rasa percaya diri ketika mengajar di kelas.
|
Memepersiapkan
diri sebaik mungkin sebelum masuk kelas.
|
· Suasana
kelas kurang dapat dikontrol oleh Guru.
|
Seharusnya
Guru memberikan perhatian kepada isi kelas agar dapat dikontrol.
|
Mampu
membaca situasi kelas sebelum proses belajar mengajar dimulai.
|
· Rendahnya
profesionalisme Guru
|
Meningkatkan
kompetensi Guru.
|
Mengikuti
pelatihan.
|
Dari
segi Siswa
|
||
· Kurang
fokus dalam belajar
· Suasana
kelas tidak kondusif
·Tidak
ada feedback dari siswa terhadap
penjelasan guru.
|
Adanya
motivasi dukungan dari orangtua dan lingkungan sekitar.
|
Guru harus bisa membangkitkan suasana kelas dan proses pembelajaran yang kondusif.
|
Demikianlah masalah yang muncul serta solusi mengatasinya.
Dalam proses pembelajaran, agar terjadi suatu proses pembelajaran yang menarik, kondusif, efisien, serta menarik minat belajar siswa, dan hasil belajarnya pun memuaskan, seorang guru harus mampu memberikan pemahaman materi pelajaran dengan memperhatikan ranah afekifnya, agar apa yang di rancang dan diinginkan guru tercapai tujuannya. Ranah afektif mencakup
segala sesutau yang berkaitan dengan emosi. Misalanya perasaan, nilai,
penghargaan, semangat, minat, motivasi dan sikap. Ada 5 kategori ranah afektif
1. Penerimaan (A1)
Mengacu
kepada kemampuan, memperhatikan dan memberikan respon terhadap stimulasi yang
tepat. Penerimaan merupakan tingkat hasil belajar terendah dalam domain afektif
dan kemampuan untuk menunjkan atensi dan penghargaan terhadap orang lain.
Contoh mendegarkan pendapat orang lain, mengingat nama seseorang.
2. Responsif (A2)
Satu
tingkat diatas penerimaan dalam hal ini siswa menjadi terlibat secara afektif,
menjadi peserta dan tertarik. Kemampuan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran
dan selalu termotivasi untuk segera bereaksi dan mengambil tindakan. Contoh :
berpartisipasi dalam diskusi kelas.
3. Nilai yang dianut (A3)
Mengacu
pada nilai atau pentingnya kita menterikatkan diri pada objek atau kejadian
tertentu dengan reaksi-reaksi seperti menerima, menolak atau tidak
menghiraukan. Tujuan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi sikap dan
apresiasi. Cotoh : mengusulkan kegiatan sosial responsibiliti sesuai dengan
nilai yang berlaku dan komitmen.
4. Organisasi (A4)
Mengacu
kepada penyatuan nilai, sikap yang berbeda yang membuat lebih konsisten dapat
menimbulkan konflik internal dan membentuk suatu sistem nilai internal,
mencakup tingkah laku. Contoh : menyepakati dan mentaati etika profesi.
5. Karakterisasi (A5)
Mengacu
kepada karakter dan gaya hidup seseorang. Nilai-nilai sangat berkembang secara
teratur sehingga tingkah laku lebih konsisten dan lebih udah diperkirakan. Contoh : menimbulkan rasa
percaya diri ketika bekerja sendiri dan aktivitas kelompok.
Demikianlah hasil pengamatan serta tindakan pencegahan yang penulis berikan. Berdasarkan analisa pembaca, bagaimana dengan saran yang penulis berikan? Adakah ide lain yang cocok untuk mengatasi permasalahan guru tersebut sesuai dengan masalah yang telah penulis paparkan?

Ide yg disampaikan oleh oengamat sudah bagus, tapi ada cara lain agar permasalhan pd guru dapat diatasi.
BalasHapusSelain menyiapkan bahan ajar, guru jg bisa menyampaikan materi dgn cara sambil bermain, apalagi yg diajarkan adalah anak sd..
Cara ini bisa dilakukan dgn kerja kelompok, guru membuat langkah2 untuk menjawab pertanyaan, da meminta siswa yg tlh selesai untuk menuliskan jawabannya kedepa dan menjelaska kpd teman2nya, lalu memberikan penghargaan berupa hadiah atau semacamnya..
Menurut saya ide yang disampaikan penulis sudah bagus. Akan tetapi bisa juga ditambahkan dengan menggunakan media pembelajaran atau alat peraga dengan menggunakan contoh benda-benda konkret yang ada di sekitar. Karena akan lebih mudah dipahami oleh siswa terutama siswa sd
BalasHapus